Archived

Keramat

Synopsis

Sebuah tim produksi film, berangkat dari Jakarta ke daerah Bantul Yogyakarta dalam rangka persiapan shooting film. Sutradara dan Asisten Sutradara didampingi Manager Produksi dan 2 artis utama melakukan reece, sedangkan tim behind the scene mendokumentasikan persiapan produksi ini. Mereka membawa style kota besar, memasuki daerah yang disucikan dan keramat. Mengusik tabu, sehingga kejadian demi kejadian aneh mereka alami, sampai ke titik dimana calon pemeran utama wanita dirasuki roh halus. Dengan bantuan seorang paranormal, mereka mencoba mengusir roh halus itu, namun gagal


Melalui paranormal, mereka mengetahui alam mistis di sekitar mereka sedang bergolak karena sesuatu hal. Kehadiran mereka tampaknya memperburuk keadaan. Hingga puncaknya pemeran utama wanita yang kesurupan itu hilang tanpa jejak.


Apakah hubungan hilangnya teman mereka dengan alam mistis di sekitar mereka? Dapatkah mereka menemukan kembali teman mereka yang hilang? Ataukah justru semakin banyak lagi yang turut hilang?


--------------------------


A movie production team departs from Jakarta to Bantul, Yogyakarta to shoot a movie. The Director and her assistant are accompanied by a Production Manager and two talents are conducting recce. Meanwhile, behind the scenes team are documenting the whole activities.


They come in with the big city attitude and disturbing a sacred location. Consequently, they violate the taboo in the locality and strange occurrences ensue. It accumulates to the point  where the female lead gets possessed by a spirit. They try to cast out the spirit with the help of a medium but to no avail.


Eventually, they figure out that the mystical realm is on the move. Yet, at the same time their presence seem to make things worse with the dissapearance of the leading female role. What is the connection between the mystical environment and the disappearance? Will they find their missing member? Or is there  more


Press Release

Menjadi Saksi Realitas yang Menakutkan!

Perfilman Indonesia hanya bisa menjadi besar melalui karya-karya inovatif berlandaskan visi yang kreatif. Pandangan tersebut merupakan sikap yang diusung oleh PT Kharisma Starvision Plus dan terbukti berhasil menempatkannya sebagai trendsetter di tengah industri film tanah air.

Kualitas di atas tampak jelas dalam konsep film KERAMAT yang dibawa oleh Wong Cilik’s Indie Picture Production, divisi perfilman indie dari Moviesta Pictures ke hadapan Chand Parwez Servia dan langsung mendapat dukungan penuh darinya. KERAMAT adalah anti tesis dari pendekatan utama perfilman dalam negeri saat ini karena berangkat dari ide yang tidak lazim. Pendekatan yang sama pernah dilakukan dalam sejumlah kecil karya sineas internasional, dan kini untuk pertamakalinya diterapkan dalam sebuah karya nasional.

Film konvensional hadir dalam format baku yang sudah begitu dikenal oleh penontonnya. Format tersebut menjadi tuntunan dalam membuat, dan menonton sebuah film. Unsur-unsur pendukung dalam film akan berkait satu sama lain untuk menghasilkan tontonan yang utuh dan bermakna. Namun, kreativitas selalu mencoba lebih dari apa yang sudah dipakemkan. Walau mungkin saja kenyamanan dan rasa aman dalam diri penonton terusik. Inilah resiko yang diambil oleh Starvision dan Moviesta dalam KERAMAT.

Hasilnya, film ini mampu menampilkan kisah tentang sebuah tim produksi film yang terjebak dalam petualangan supranatural secara jujur. Tiap elemen filmis dalam KERAMAT diarahkan untuk menangkap ekspresi, suara, gerak dan kejadian yang apa adanya tanpa dramatisasi berlebihan. Hambatan yang biasanya melekat pada format film biasa seperti karakter tokoh-tokohnya dan jarak antara penonton dengan cerita bisa diatasi melalui pendekatan yang dipakai dalam film ini.

Melalui KERAMAT penonton tidak sekedar menonton. Mereka akan mengalami suasana dan kejadian-kejadian menyeramkan yang sebelumnya sudah dialami oleh para tokoh dalam film tersebut. Batas-batas yang biasanya memisahkan penonton dan subjek film sengaja ingin dihapus oleh Monty Tiwa. Pencinta film Indonesia akan dibawa melangkah lebih jauh ke dalam alam mistis yang dihadirkan dalam KERAMAT.

Film ini disutradarai oleh Monty Tiwa dan didukung oleh artis Poppy Sovia, Migi Parahita, Sadha Triyudha, Miea Kusuma, Diaz Ardiawan, Dimas Projosujadi, Brama Sutasara, Sekar Kinasih, dan Rumbara.

Rangkaian cerita berawal dari sebuah tim produksi film, yang melakukan perjalanan dari Jakarta ke daerah Bantul Yogyakarta dalam rangka persiapan shooting sebuah film. Kejadian demi kejadian aneh bermunculan baik selama mereka dalam perjalanan maupun pada saat mereka sampai di lokasi. Sampai akhirnya ke suatu titik dimana salah satu dari mereka dirasuki roh halus. Dan dengan bantuan seorang paranormal, mereka mencoba mengusir roh halus itu, namun gagal.

Melalui penglihatan paranormal itu, mereka mengetahui ada alam mistis di sekitar mereka sedang bergolak panas karena sesuatu hal. Kehadiran tim produksi di lokasi ini tampaknya semakin memperburuk keadaan. Hingga puncaknya teman mereka yang dirasuki itu hilang tanpa jejak. Akhirnya muncul beberapa pertanyaan diantara mereka “apakah hubungan hilangnya teman mereka dengan alam mistis di sekitar mereka?” dan “dapatkah mereka menemukan kembali teman mereka yang hilang?”
Berbeda dari film horror pada umumnya, rasa takut pemain bukanlah akting tapi kenyataan, mereka menjerit ketakutan menghadapi realitas yang bagi orang lain hanya ada dalam mimpi buruk. Penonton akan diajak untuk menyaksikan, bahwa rasa takut bukan ilusi tapi nyata, mengikuti kejadian-kejadian mendebarkan yang dialami tim produksi untuk menemukan kembali teman mereka yang hilang tanpa jejak.

Shooting film KERAMAT ini berlokasi di Yogyakarta, yaitu di daerah Imogori, Bantul, Merapi, Candi Borobudur, Candi Boko, berlangsung selama 16 hari, seluruh pengalaman tim produksi film KERAMAT dengan berbagai kejadian yang menggiriskan terekam, dan jadi bagian film ini. Saksikan di bioskop mulai 3 September 2009.



Sinopsis
KERAMAT
By Monty Tiwa

Sebuah tim produksi film, berangkat dari Jakarta ke daerah Bantul Yogyakarta dalam rangka persiapan shooting film. Sutradara dan Asisten Sutradara didampingi Manager Produksi dan 2 artis utama melakukan reece, sedangkan tim behind the scene mendokumentasikan persiapan produksi ini. Mereka membawa style kota besar, memasuki daerah yang disucikan dan keramat. Mengusik tabu, sehingga kejadian demi kejadian aneh mereka alami, sampai ke titik dimana calon pemeran utama wanita dirasuki roh halus. Dengan bantuan seorang paranormal, mereka mencoba mengusir roh halus itu, namun gagal.

Melalui paranormal, mereka mengetahui alam mistis di sekitar mereka sedang bergolak karena sesuatu hal. Kehadiran mereka tampaknya memperburuk keadaan. Hingga puncaknya pemeran utama wanita yang kesurupan itu hilang tanpa jejak.

Apakah hubungan hilangnya teman mereka dengan alam mistis di sekitar mereka? Dapatkah mereka menemukan kembali teman mereka yang hilang? Ataukah justru semakin banyak lagi yang turut hilang?





Cast
DIRECTOR BEHIND THE SCENE POPPY SOVIA
ACTRESS MIGI PARAHITA
ASSISTANT DIRECTOR SADHA TRIYUDHA
DIRECTOR MIEA KUSUMA
LINE PRODUCER DIMAS PROJOSUJADI
ACTOR DIAZ ARDIAWAN
UNIT PRODUCTION BRAMA SUTASARA



Crew
PRODUCTION PT KHARISMA STARVISION PLUS –
WONG CILIK’S INDIE PICTURE PRODUCTIONS
A MOVIESTA DIVISION
DIRECTOR MONTY TIWA
LINE PRODUCER DENI DIRMANSYAH
DD PUTRANTO
IKA MULIANA
CO- PRODUCER SUMARSONO
EXECUTIVE PRODUCERS FIAZ SERVIA
BUSTAL NAWAWI
PRODUCER CHAND PARWEZ SERVIA
PRODUCTION DESIGNERS MONTY TIWA
SUMARSONO
IVANDER TEDJASUKMANA
CO- DIRECTOR IVANDER TEDJASUKMANA
FASHION CONSULTANT YANTI BUNGAWALIE
MAKE UP BY INTAN KUMALASARI
CASTING BY MOVIESTA TALENT MANAGEMENT
SOUND DESIGNER ADITYAWAN SUSANTO
DIRECTOR OF PHOTOGRAPHY UCUP SUPENA
ART DIRECTOR PANJI KRESNA
EDITING SUPERVISOR CESA DAVID LUCKMANSYAH
EDITOR BENJAMIN W TUBALAWONY
SOUND RECORDIST GANDEN BRAMANTO
STORY BY MONTY TIWA
PHOTOGRAPHER REZHA PN
POSTER DESIGNER MICHAEL TJU.COM














FAKTA SEPUTAR PEMBUATAN FILM “KERAMAT”


Fakta #1: Sebelum pengambilan gambar, kru meminta seorang dukun di Kaliurang untuk sengaja membuat seseorang kesurupan agar bisa dipelajari dan diadegankan kembali dalam film.

Fakta #2: Film ini tidak punya skenario. Monty Tiwa memberi tahu para aktor apa yang harus dilakukan dan dikatakan 15 menit sebelum camera roll.

Fakta #3: Para kru film adalah 15 orang pilihan dari 60 orang yang biasa bekerja dalam produksi Moviesta. Mereka adalah ‘kesatuan elit’ yang paling tangguh dan gila yang ada di Moviesta.

Fakta #4: Sebelumnya Starvision berketetapan untuk tidak memproduksi film horor lagi tahun ini. Namun, 15 menit setelah mendengar presentasi konsep Keramat kontrak untuk pembuatan film tersebut ditandatangani.

Fakta #5: Keramat merupakan penerapan konsep subjective camera yang pertama dalam perfilman nasional. Di tingkat internasional, hanya 3 film yang dikenal luas yang pernah melakukan pendekatan yang sama: Blairwitch Project, Rec dan Cloverfield.

Fakta #6: Saat mengambil gambar di Imogiri, di sebuah perbukitan tempat makam raja-raja Jawa, sebuah tangan yang tak kelihatan mendorong D.O.P kami, hingga menyebabkan kakinya patah.

Fakta #7: Di hari terakhir pengambilan gambar di Merapi, Monty Tiwa mengalami kelelahan yang luar biasa hingga tidak bisa berpikir dengan jernih. Anehnya, seorang dengan gangguan kejiwaan muncul di lokasi dan mengajaknya bicara. Setelah itu, Monty merasa jernih kembali.

Fakta #8: Kenyataan dalam film ini menjadi terlalu nyata bagi para pemeran. Sebagian dari mereka masih belum bisa mengatasi tekanan mental yang diakibatkannya.

Fakta #9 : Ken, asisten sutradara 1, hampir meninggalkan kegiatan di hari keempat pengambilan gambar karena tekanan yang sangat besar dalam pembuatan film ini.

Fakta #10: Pada hari ketiga pengambilan gambar di Bantul, pukul 2 pagi, suara "drumband ghoib" yang melegenda di sana terekam dalam salah satu take.

Fakta#11: Semua kru merasa dirasuk rasa cemas sebelum pengambilan scene terakhir di Imogiri, karena Monty sama sekali tidak memberi tahu tentang adegan apa yang akan diambil hingga menit-menit akhir pengambilan gambar.

Fakta#12: Kami kembali untuk pengambilan gambar ulang scene tertentu karena filenya hilang tanpa bekas dari hard drive dan back up nya.

Fakta#13: Keramat sebenarnya merupakan kisah keseimbangan antara manusia dan alam dengan menggunakan latar belakang peristiwa gempa Bantul tahun 2006.

Fakta#14: Semua pemeran menggunakan nama asli masing-masing atas keinginan Monty demi menghasilkan kondisi yang benar-benar nyata.

Fakta #15: Setelah pengambilan gambar, seluruh kru dan pemeran rata-rata kehilangan 5 sampai 10 kg berat tubuhnya.

Fakta#16: Saat Migi berlatih menyanyikan lagu Jawa tradisional (nembang) Jacqueline-Casting Manager mengambil gambarnya dengan kamera, dan berhasil merekam sebuah cahaya biru yang aneh mengambang di atas kepala Migi.

Fakta#17: Setelah gempa tahun 2006 banyak cerita-cerita tak resmi yang beredar di Yogya tentang penyebab sebenarnya dari bencana tersebut.

Fakta#18: Walau sudah menyaksikan film ini beberapa kali, Cesa David Luckmansyah supervisor editor masih terkaget-kaget oleh scene tertentu.

Fakta#19: Keramat juga menjadi film Indonesia pertama yang tidak memakai ilustrasi musik. Semua suara adalah riil, apa adanya.

Fakta#20: Pada saat post produksi, data film dan file berulang kali hilang dari hard disk.

Other Movies