Archived

Ada Hantu di Sekolah

SCTV

Synopsis

Kisah tentang 6 orang sahabat, Tasya, Monika, Arya, Ardan, Upi, dan Rafael, persahabatan mereka sejak SMP membuatnya memilih SMU yang sama. Suatu saat Tasya ketiduran di kelas, dia disergap hantu perempuan berseragam SMU. Akibatnya Tasya dihukum Ibu Inggrid, guru killer di SMU tersebut. Solidaritas sebagai sahabat, akhirnya teman-temannya membantu. Hingga tanpa sengaja lantai perpustakaan yang sudah retak, terbuka dan mulailah teror hantu di sekolah. Satu persatu mereka dihantui dalam berbagai peristiwa di sekolah, rumah hingga jalanan, kecuali Monika yang selalu ‘penasaran’ karena tidak bisa ‘melihat hantu’ sebagaimana sahabatnya yang lain.

Dalam teror yang terus merebak, hati Tasya lebih hancur lagi karena sebenarnya dia sangat mencintai Arya, tetapi malahan Arya mengejar Tracy. Teror hantu ini juga diceritakan Tasya ke guru BP mereka Jonathan, tetapi tidak mendapat tanggapan, hanya ditimpali gerak panik dan nervous yang jadi keseharian Pak Jonathan. Tetapi kematian Arya yang tragis karena sosok hantu berseragam SMU ini, telah membuat mereka memutuskan untuk membongkar misteri hantu di sekolah Tunas Bangsa tempat mereka belajar. Penyelidikan dari kasus lantai perpustakaan, membawa mereka ke buku tahunan sekolah yang disimpan khusus oleh Pak Jonathan, sehingga akhirnya mereka menemukan sosok hantu tersebut bernama Jasmine dari buku tahunan 10 tahun yang lalu. Tanpa mereka sadari seluruh gerak-gerik mereka selalu ‘diawasi’ oleh hantu Jasmine. Akhirnya mereka mencari adik Jasmine dan mendapat kabar bahwa “Jasmine tidak pulang-pulang dari sekolah sejak 10 tahun lalu...”.

Saat mereka tiba kembali di sekolah hari telah gelap. Mereka memutuskan untuk melanjutkan penyelidikan keesokan harinya. Tetapi Tasya kembali mendengar lonceng kecil yang pernah dihadiahkannya kepada Arya, tetapi dikembalikan oleh ‘arwah Arya’ melalui mimpinya “lonceng ini kamu simpan, kalau tiba-tiba tengah malam berbunyi, itu tandanya aku merindukan kamu...”.

Di sekolah sendiri teror sedang dalam puncaknya, Ibu Inggrid kesurupan hantu Jasmine yang meminta pertanggungan jawab Jonathan. Korban jatuh dan apakah Tasya selamat..? Kenapa mereka yang selalu melihat penampakan...? Apakah Monika yang selama ini tidak dapat melihat hantu bisa juga melihat hantu...? Apa akibatnya...? Dan apakah anda yakin tidak ada hantu di sekolah anda...?

-----------------------

This is a story of six friends, Tasya, Monika,  Arya, Ardan, Upi, and Rafael. They were friends since junior high school and went on when they wemt to the same high school together, Tunas Bangsa..

One day, when Tasya was dozing in class, she was invaded by a female ghost wearing a school uniform. She was then punished by Ms. Inggrid, a very  mean teacher. Her friends came to her rescue out of solidarity.

Unintentionally, the library floor, which was already cracked, opened and the ghost terror began in the school. One by one they were haunted by various incidents at home as well as when they were on the streets. One who was spared by the ghost was Monika. She was frustrated because she could not see the ghost like her other friends did.

Tasya was devastated because the guy she was fallen for, Arya, was attracted to Tracy.

Tasya told her other mentor-teacher, Jonathan about this terror by the female ghost, but the teacher did not respond as she excpected, even though he became a bit panic and nervous, which was actually his normal behaviour.

However, the tragic death of Arya, related to the appearance of the ghost, made all of them decided to come to the core of the ghost mystery in their school. The investigation on the library floor led them to the school yearbook personally strored by Jonathan. From this book they found out that the ghost’s name was Jasmine, whose picture was in the school yearbook dated 10 years earlier. They were not aware that their every movement was monitored by Jasmine the ghost.

Later they looked for Jasmine’s younger sister and was told that Jasmine never got home from school 10 years ago. When the girls returned to the school, it was already dark. They decided to continue their investigation the following day.

In the mean time, once again Tasya heard the little bell ringing, the bell she once gave Arya as a present but was returned to her in her dream. He said in her dream that "I will keep this bell, but when it rings in the middle of the night, it means that we miss you.”

At school, the terror was on its high point when Ms. Inggrid’s spirit was invaded by Jasmine the ghost who asked for Jonathan.

There were already victims in this school, but will Tasya survived? Why they often saw things which were not seen by others? Will Monika finally be able to see the ghost? What’s the consequences for her? And are you sure there were no ghost in your school?


Press Release

Apakah Anda yakin di sekolah Anda tidak ada Hantunya.. ?

Sekolah merupakan tempat yang sangat akrab sebagai sarana untuk mengecap pendidikan. Di sekolah banyak hal yang diperoleh dan merupakan bagian pembentukan pribadi. Tetapi di sekolah juga bisa terjadi hal-hal yang sulit dijelaskan dengan logika, padahal di tempat inilah logika diasah dan ditingkatkan.

Berbagai berita tentang kasus kesurupan individual ataupun massal di sekolah telah sering kita baca, dengar maupun kita lihat. Fenomena ini akhirnya dikaitkan dengan dunia gaib yang tidak terdeteksi oleh indera manusia, kecuali oleh mereka yang memiliki kepekaan khusus (indera keenam/indigo). Di sekolah tertentu malah sampai ada ‘bangku kosong’ yang dibiarkan tidak terisi, bahkan ‘percaya nggak percaya’ pada saat kertas ulangan dikumpulkan, lembar jawaban bisa lebih dari jumlah murid nyata yang ada di kelas. Berangkat dari berbagai fenomena ini, film Ada Hantu di Sekolah dibuat. Tentunya penyajian dan pendekatan ceritera digarap sesuai dengan gaya berceritera ‘sekolah’ era kini dengan segala romantisme persahabatan, kisah kasih, bahasa gaul serta idiom remaja lainnya. Sehingga disamping menyajikan ketegangan juga ada nilai lebih yang bisa dinikmati tentang dunia remaja masa kini dan tentunya sekolahannya. Hal ini menjadikan film horror remaja ini tontonan bagi semua orang.

Kisahnya sendiri tentang 6 orang sahabat, Tasya (Stephanie Pascalia), Monika (Wichita), Arya (Raffi Ahmad), Ardan (William Alvin), Upi (Tiza Radia) dan Rafael (Arie K. Untung), persahabatan mereka sejak SMP membuatnya memilih SMU yang sama. Suatu saat Tasya ketiduran di kelas, dia disergap hantu perempuan berseragam SMU. Akibatnya Tasya dihukum Ibu Inggrid (Renny Umari) guru killer di SMU tersebut. Solidaritas sebagai sahabat, akhirnya teman-temannya membantu. Hingga tanpa sengaja lantai perpustakaan yang sudah retak, terbuka dan mulailah terror hantu di sekolah. Satu per satu mereka dihantui dalam berbagai peristiwa di sekolah, rumah hingga jalanan, kecuali Monika yang selalu ‘penasaran’ karena tidak bisa ‘melihat hantu’ sebagaimana sahabatnya yang lain.

Dalam terror yang terus merebak, hati Tasya lebih hancur lagi karena sebenarnya dia sangat mencintai Arya, tetapi malahan Arya mengejar Tracy (Dela Caroline). Teror hantu ini juga diceritakan Tasya ke guru BP mereka Jonathan (M. Ikhsan Himawan), tetapi tidak mendapat tanggapan, hanya ditimpali gerak panik dan nervous yang jadi keseharian Pak Jonathan. Tetapi kematian Arya yang tragis karena sosok hantu berseragam SMU ini, telah membuat mereka memutuskan untuk membongkar misteri hantu di sekolah Tunas Bangsa tempat mereka belajar. Penyelidikan dari kasus lantai perpustakaan, membawa mereka ke buku tahunan sekolah yang disimpan khusus oleh Pak Jonathan, sehingga akhirnya mereka menemukan sosok hantu tersebut bernama Jasmine dari buku tahunan 10 tahun yang lalu. Tanpa mereka sadari seluruh gerak-gerik mereka selalu ‘diawasi’ oleh hantu Jasmine. Akhirnya mereka mencari adik Jasmine dan mendapat kabar bahwa “Jasmine tidak pulang-pulang dari sekolah sejak 10 tahun lalu…”.

Saat mereka tiba kembali ke sekolah hari telah gelap. Mereka memutuskan untuk melanjutkan penyelidikan keesokan harinya. Tetapi Tasya kembali mendengar lonceng kecil yang pernah dihadiahkannya ke Arya, tetapi dikembalikan oleh ‘arwah Arya’ melalui mimpinya “lonceng ini kamu simpan, kalau tiba-tiba tengah malam berbunyi, itu tandanya aku merindukan kamu…”.

Di sekolah sendiri teror sedang dalam puncaknya, Ibu Inggrid kesurupan hantu Jasmine yang meminta pertanggungan jawab Jonathan. Korban jatuh dan apakah Tasya selamat..? Kenapa mereka yang selalu melihat penampakan…? Apakah Monika yang selama ini tidak dapat melihat hantu bisa juga melihat hantu…? Apa akibatnya…? Dan apakah anda yakin tidak ada hantu di sekolah anda…?

Film horor remaja ini dibuat dengan keseriusan yang tinggi, kekuatan visual, musik dan para pemain membuatnya menjadi tontonan yang menghibur dan menegangkan. Koya Pagayo sebagai sutradara dalam pengawasan Nayato Fio Nuala sebagai Associate Producer yang sukses dengan The SOUL menjadikan tontonan ini ringan tetapi juga berkualitas. Gambar-gambar bernuansa horor bisa segera berubah menjadi gambar-gambar indah khas sekolahan, serta roman kasih dan kecemburuan Tasya atas Tracy digarap halus, sehingga justru tidak vulgar dan mengena. Celotehan Arie K. Untung VJ MTV yang khas membuat penonton terus terhibur disamping kehadiran sosok Upi dan Ardan yang kocak.

Selama shooting berlangsung kekompakan yang ‘nampak’ di film ini juga jadi kekompakan mereka di belakang layar, untunglah, karena di lokasi shooting ini beberapa peristiwa fenomenal dunia gaib berulang terjadi, termasuk kesurupan yang menimpa pemain juga crew. Sehingga tidak perlu memanggil pakar dunia gaib untuk menyadari ‘kehadiran’ mereka di lokasi utama shooting film ini. Karena penampakan bukan sesuatu yang perlu ditunggu atau dicari, ‘mereka’ bisa segera saja ada. Akibatnya selama shooting ‘kekompakan’ dan ‘kebersamaan’ mutlak terkondisi.

Film Ada Hantu di Sekolah ini juga berisi beberapa lagu yaitu Semua Tentang Kita yang dinyanyikan oleh Peterpan, Hancurku yang dinyanyikan oleh TABOO dan Tak Pernah Tersentuh Cinta yang dinyanyikan oleh Base Jam. Sedangkan musik digarap maksimal oleh Regina Lam dan Erick Limorry Tamaela, sedangkan editing yang memberikan nuansa remaja digarap oleh Dwi Ilalang dan Aziz N.

Film ini segera akan menggebrak bioskop-bioskop utama setanah air mulai 23 September 2004. Jangan lewatkan !!

Other Movies